...Pokoke Kita Banget... Kajian Ayat Kehidupan ISLAMI...Pokoke Serba Gratis ...

IBADAH DALAM AKIDAH DAN MEDIS

IBADAH DALAM AKIDAH DAN MEDIS

1. Shalat 

Shalat menurut bahasa 'Arab: doa. Menurut istilah syara' ialah ibadat yang dikerjakan untuk membuktikan pengabdian dan kerendahan diri kepada Allah
  Mendirikan Shalat ialah menunaikannya dengan teratur, dengan melengkapi syarat-syarat, rukun-rukun dan adab-adabnya, baik yang lahir ataupun yang batin, seperti khusu' ,memperhatikan apa yang dibaca dan sebagainya. 
 Begitu dasyat makna shalat bagi Nabi maupun sahabat-sahabatnya. Bila kita melihat kilas balik kebelakang, salah satunya cerita tentang Ali ra, diceritakan jika waktu shalat tiba , wajah Ali karramullahu wajhah ra, sahabat nabi dan menantu nabi ini akan berubah , tubuhnya gemetar, bila orang bertanya mengenai penyebabnya, Ali ra akan menjawab, ”Sekarang waktunya untuk menunaikan amanat yang tidak mampu di tunaikan oleh langit dan bumi, gunung-gunung pun tak sanggup menunaikan amanat ini. Saya tidak tahu apalah saya mampu menunaikan amanat ini. Sampai-sampai Ali ra ketika dalam suatu pertempuran terkena panah yang sangat sulit dikeluarkan , memutuskan untuk mencabut anak panah ketika beliau sedang sholat, dan ketika ia sujud maka sahabatnya menarik sekuat tenaga anak panah tersebut, setelah selesai shalat ali masih bertanya heran kepada sahabatnya karena Ali tidak merasakan sama sekali ketika panah tersebut berusaha dicabut oleh sahabat-sahabatnya.
 Begitu pula Abdullah bin Abbas bila mendengar suaran azan , ia akan menangis sehingga serbannya basah, urat-uratnya akan timbul, wajahnya memerah, ketika seorang bertanya kepadanya ,”Engkau mendengar suara adzan biasa , tidak ada apa-apanya, mengapa engkau sangat khawatir?” kemudian abbaspun menjawab ,”Andai manusia mengetahui apa yang sedang dikumandangkan oleh muadzhin, ia tidak akan dapat tidur dan istirahat dengan tenang , bahkan kantuknya pun akan hilang,” Kemudian ia menjelaskan makna setiap kalimat adzan secara rinci. 
 Menurut Quraishi Shihab Shalat pada hakikatnya merupakan kebutuhan mutlak untuk mewujudkan manusia seutuhnya, kebutuhan akal pikiran dan jiwa manusia, sebagaimana ia merupakan kebutuhan untuk mewujudkan masyarakat yang diharapkan oleh manusia seutuhnyanya. Shalat dibutuhkan oleh pikiran dan akal manusia, karena ia merupakan pengejawantahan dari hubungan dengan Tuhan, hubungan yang mengambarkan pengetahuan tentang tata kerja alam raya ini, yang berjalan dalam kesatuan sistem, shalat juga mengambarkan tata intelegensi semesta yang total yang sepenuhnya diawasi dan dikendalikan oleh suatu kekuatan yang Maha dasyat dan Maha mengetahui, Tuhan yang maha esa, Dan bila demikian, maka tidaklah keliru bila dikatakan bahwa semakin mendalam pengetahuan seseorang tentang tata kerja alam raya ini, akan semakin tekun dan khusyuk pula ia melaksanakan shalat. (Shihab, 1992:343)
 Mahmud Abdullah dosen ulumul Quran Al-Azhar mesir, menyatakan bahwa shalat 5 waktu adalah asupan bernutrisi bagi ruh, jika seorang hamba bermunajat kepada Tuhannya melalui shalat, hatinya akan semakin terang, dan dadanya pun semakin lapang. Dia akan memohon kepada Allah tanpa sesuatu penghalang apapun. Dia berdiri dihadapan-Nya kapanpun dia mau dan berdialog dengan-Nya tanpa satu pun penerjemah, dengan demikian , dia akan selalu merasa dekat dengan Allah dan tidak sedikit pun merasa jauh dari-Nya. Dia juga akan dengan mudahnya memohon pertolongan-Nya yang Maha mulia tanpa menghina hamba-Nya sedikitpun yang datang kepadanya, yang Maha kaya dan memiliki kerajaan langit dan bumi tanpa sedikitpun kikir dalam memberikan permintaan hamba-hamba-Nya. Hal ini selaras dengan firman Allah (M Abdullah, 2006:72)

Dalam Surat Albaqoroh ayat:153. Allah berfirman


 
  Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. 
  Berarti disini sabar dan shalat menjadi cara yang paling bijaksana dan paling benar bagi seorang muslim menyikapi masalah dan cobaan yang menimpanya sehingga kegelisahan tidak menjadi stress yang berkepanjangan
  Dalam Tafsir Al Maraghi, Sesungguhnya kewajiban yang dibebankan kepada orang Muslim ialah mengetahui, bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata dan Dia tidak ada Tuhan selain Allah semata, dan Dia tidak mempunyai sekutu, Jika telah diakui bahwa Akulah Tuhan yang Haq dan tidak ada sembahan selain aku, maka beribadahlah hanya kepada Ku dan tunduklah kepada seluruh apa yang aku bebankan kepadaMu. Lakukanlah Shallat menurut aturan yang telah aku perintahkan kepadamu dengan rukun dan syaratnya agar dalam Shalat itu kamu mengingat Aku dan berdoa kepada ku dengan doa yang tulus dan bersih tampa dicampuri syirik dan tidak menghadap diri kepada selain aku.  
  Disebutkan shalat secara khusus diantara ibadah yang lainnya, karena ia mempunyai keutamaan atas yang lainnya. Didalam shalat, seseorang mengingat sembahannya dan hati serta lisan sibuk dengan itu. Oleh sebab itu, shalat dapat mencegah perbuatan yang keji dan mungkar.

Al-Ankabuut:45. Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

  Dari Tirmidzi dan Ibnu Majah dalam jamaah lain mengeluarkan riwayat dari Abu Hurairah, Bahwa Rasullullah saw, bersabda” Barang siapa lupa akan suatu Shalat, maka hendaklah ia mengerjakan shalat itu ketika mengingatnya, karena sesungguhnya Allah berfirman,” dirikanlah Shallat untuk mengingatKu. ( Al-Magraghi jilid 16 :168 – 169)
  Ketika usaha sedemikian sulit, ketika musibah datang bertubi-tubi, ketika kehilangan pekerjaan, ketika kita ditinggal oleh orang yang terkasih , dan kesabaran
 menjadi lemah, maka shalat menjadi sarana yang paling penting untuk kita laksanakan sebagai sarana kita mengadukan semua persoalan kita kepada Allah SWT.
Shalat merupakan penolong yang akan selalu memperbaharui kekuatan dan bekal yang akan selalu memperbaiki hati. Dengan shalat kesabaran akan tetap ada dan tidak akan terputus. Justru shalat akan mempertebal kesabaran, Sehingga akhirnya kamu muslimin akan ridha, tenang, teguh dan yakin. ( Sayyid Qutbh, Tafsir Fi Zhilalil Qur’an jilid 1: 171)
Menurut tafsir Ibnu katsir (jilid 4:90) memurnikan ketaatan kapada-Nya adalah mengabdikan kepada-Nya dan serulah semua orang untuk mengabdi kepada Nya saja, tiada sekutu bagi-Nya , karena tidak layak beribadat kecuali bagi-Nya saja. Oleh karena itu Allah SWT berfirman, Ingatlah , hanya kepunyaan Allahlah agama yang bersih,” maksudnya , tidak ada amalan yang diterima kecuali bila amalan itu iklash semata-mata karena-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya. 
Iklash berarti kita memurnikan ketaatan kita, beribadah yang iklash berarti kita semata-mata beribadah hanya untuk Allah, bukan terhadap yang lain
 


Al-Hijr:98. maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (shalat), Dalam Al-Quran surat 

Thaha:132 Allah berfirman
 


Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.

Sebuah hadist menyebutkan bahwa jika keluarga Nabi saw, ditimpa suatu masalah, beliau akan menyuruh mereka mengerjakan shallat sambil membacakan ayat diatas, Seluruh Nabiyullah, jika mengalami kesulitan, mereka pun segera menyibukkan diri dengan shalat. Namun sayangnya dewasa ini kita sangat melalaikan. Kita tidak memperdulikan shalat, padahal kita sering mengaku sedang mengajak kita agar memperhatikan shalat kita akan mencelanya dan mendebatnya, sebenarnya hal ini menghancurkan diri kita sendiri ( Al-Kandahlawi, 2003:285) 

 


Ibrahim: 40. Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.
Doa diatas dihaturkan Nabi Ibrahim ketika di usia tuanya dianugerahkan anak, Ibrahim berkata ,”Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadanya , Ismail dan Ishak. Doa inipun seharusnya menjadi salah satu doa yang seharusnya kita ingat dalam mendidik anak-anak kita. 

 
Al-Maarij 34-35 Dan orang-orang yang memelihara shalatnya., Mereka itu (kekal) di syurga lagi dimuliakan.
Orang yang memelihara shalatnya, orang yaitu orang-orang yang selalu memelihara waktunya, kewajiban-kewajibannya, tenang dan khusyu, ketika melaksanakannya, merekalah yang akan dijanjikan Allah memasuki syurga yang dimuliakan.

Shalat harus dikerjakan dalam keadaan apapun, dalam keadaan takut sekalipun dan dimanapun seperti dalam firman Allah Al-Baqarah

 

Al-Baqarah :239. Jika kamu dalam keadaan takut (bahaya), maka shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kamu telah aman, maka sebutlah Allah (shalatlah), sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.
 Allah memerintahkan kita mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan berjamaah dalam melakukan shalat, terutama bagi laki-laki. Menjalankan shalat secara jamaah akan meningkatkan ukhuwah islamiah dan akan memakmurkan mesjid. Persatuan dan kesatuan dapat tercipta melalui ukhuwah diantara sesama muslim. Ibarat Lidi yang terjalin menjadi sapu akan lebih kuat dan tidak mudah patah.


 
Al-Baqarah :43. Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku

Menurut Al-Kandahlawi banyak hadist yang menerangkan dan menegaskan tentang keberkahan dan keuntungan shalat, namun terlalu banyak jika ditulis semua, sehingga dibuatlah rangkuman terjemahan hadist tentang shalat sebagai mana berikut dibawah ini. Rasulullah saw bersabda:
1. Perintah yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat ialah shalat
2. atakutlah kepada Allah dalam masalah shalat, takutlah kepada Allah dalam masalah shalat, takutlah kepada Allah dalam masalah shalat
3. Pembeda antara seseorang dengan syirik adalah shalat
4. Shalat adalah satu tanda keislaman. Barang siapa shalat dengan khusyu’ tepat waktu, dan memperhatikan rukun serta sunah-sunahnya, ia pasti seseorang mukmin
5. diantara semua perintah Allah swt, iman dan shallat adalah kewajiban yang paling utama. Jika ada sesuatu yang lebih baik dari itu, maka Allah akan memerintahkan para malaikat-Nya, yang sebagian dari mereka pada waktu siang dan malam hari ada yang senantiasa ruku, dan sebagian lainnya ada yang terus sujud
6. Shalat adalah tiang agama
7. Shalat menghitamkan mulut syaitan
8. Shalat adalah nur bagi orang-orang beriman
9. Shalat adalah jihad yang paling utama
10. Selama seseorang memperhatikan shalatnya, maka Allah tidak akan mengabaikannya
11. Jika suatu musibah turun dari langit, maka orang yang memakmurkan masjid pasti selamat
12. Jika seorang muslim dimasukkan ke neraka karena dosa-dosanya yang besar, maka api neraka tidak dapat membakar anggota tubuhnya yang telah bersujud ketika shalat
13. Allah mengharamkan api neraka bagi orang yang bersujud kepada_nya
14. Amal yang paling disukai Allah adalah shallat tepat pada waktunya
15. Allah swt sangat menyukai orang-orang yang bersujud kepada-Nya dengan perasaan yang sangat hina
16. Allah swt sangat dekat dengan hamba-Nya ketika hamba-Nya sujud kepada-Nya
17. Shallat adalah anak kunci surga
18. Jika seseorang berdiri untuk shalat, pintu-pintu surga akan terbuka dan Allah swt akan menyingkapkan hijab antara ia dengan Allah. Selama ia tidak melakukan hal-hal yang dibenci dalam shalat
19. Orang yang shalat diibaratkan sedang mengetuk pintu rumah Allah. Sebagaimana pada umumnya, pintu yang diketuk itu akan dibuka
20. Derajat shalat dalam agama seperti kedudukan kepala di badan
21. Shalat adalah nur bagi hati. Barang siapa ingin hatinya senantiasa bersinar maka sinarilah dengan shalat
22. Barang siapa berwudhu dengan sempurna, lalu mengerjakan shalat dengan khusyu dan khudhu, baik shalat fardhu ataupun sunah, dan ia ingin agar dosa-dosanya diampuni Allah, maka Allah akan mengampuninya
23. Setiap bumi yang diatasnya didirikan shalat atau mengingat Allah, maka tanah itu akan merasa bangga dibandingkan tanah lainnya
24. Barang siapa mengerjakan shalat dua rakaat lalu berdoa kepada Allah, Allah pasti akan mengabulkan doanya. Adakalanya dipercepat atau diperlambat, sesuai dengan kepentingannya, yang jelas, doanya akan dikabulkan
25. Barang siapa mengerjakan shalat dua rakaat sendirian, tanpa seorangpun yang melihatnya kecuali Allah dan para malaikat-Nya, maka api neraka tidak akan menyentuhnya.
26. Jika seorang muslim mendirikan shalat fardhu, maka Allah swt, akan mengabulkan salah satu doanya
27. Barang siapa mengerjakan shalat lima waktu dengan khusyu’, dan melakukan ruku’, sujud, wudhu dan sebagainyan dengan sempurna, maka wajib baginya surga dan haram atasnya neraka
28. Seorang muslim yang benar-benar menjaga shalat lima waktunya dengan istiqamah, maka syaitan akan takut kepadanya. Namun jika tidak memperdulikan shalat lima waktunya, syaitan akan menguasainya dan akan menyesatkannya
29. Amal yang paling utama adlah shalat pada awal waktu
30. Shalat adalah kurbanya para muttaqin
31. Amal yang disenangi Allah ialah Shalt pada awal waktu
32. Barang siapa pergi untuk menunaikan shalat shubuh, berarti ia sedang membawa bendera iman ditangannya. Dan barang siapa pergi ke pasar berarti dia membawa bendara syaitan di tangannya
33. Empat rakaat sebelum Zhuhur sama pahalanya dengan empat raka’at shalat tahajud
34. Empat rakaat sebelum Zhuhur sama dengan empat rakaat shalat tahajud
35. Rahmat Allah swt bercucuran keatas orang yang berdiri shalat
36. Sebaik-baiknya shalat (setelah shalat fardhu) adalah shalat malam, namun sangat sedikit yang mengerjakannya
37. Jibril as berkata kepadaku dan berkata, ”Ya Muhammad, berapa lamapun engkau hidup, kamu pasti akan mati juga, betapun engkau mencitai sesuatu, suatu hari engkau akan berpisah dengannya. Sesungguhnya engkau akan menerima balasan atas apa saja yang engkau lakukan (baik atau buruk), tidak diragukan lagi bahwa kehormatan seorang mukmin adalah dalam tahajudnya, dan kemuliaan seseorang mukmin adalah dalam qana’ahnya
38. Shalat malam dua rakaat lebih berharga dari pada kekayaan didunia ini , jika tidak memberatkan umatku, aku akan mewajibkan shalat tahajud
39. Jagalah shalat tahajud, karena tahajud adalah amalan para shalihin dan penyebab untuk mendekatkan diri kepada Allah, menghentikan perbuatan dosa, penyebab ampunan dosa, dan menyehatkan badan.
40. Allah berfirman, ”Hai anak adam , janganlah malas untuk mengerjakan empat rakaat pada permulaan pagi, karena aku akan mencurahkan rejekimu pada hari itu.” (Al-Kandahlawi,2003: 241-242)

Ada beberapa 12 hal yang harus diperhatikan dalam shalat (As-Samarqandi,1999:495-499)
1. Dalam melakukan sesuatu ibadah kita harus mengetahui ilmunya , Nabi bersabda amal yang sedikit dengan ilmu itu lebih baik dari pada amal banyak tanpa ilmu.” Pengetahuan disini : 
  a) Mengetahui mana yang wajib dan yang sunah dalam shalat
  b) Mengetahui mana yang wajib dan sunah dalam berwudhu
  c) Mengetahui tipu daya setan sehingga ia bisa memeranginya
2. Wudu Karena Nabi bersabda :” Tidak sah shalat melainkan dengan suci”.
  Sempurnanya wudhu dengan tiga hal, yaitu:
a) Membersihkan hati dari rasa dengki dan jahat
b) Membersihkan badan dari dosa
c) Membasuh anggota-anggota wudu dengan sempurna tanpa memboroskan air
  3. Pakaian , karena Allah SWT berfirman:
  QS. Al-A’raf:31 , artinya” pakailah pakaianmu yang bagus setiap kali (memasuki)
  mesjid.” Maksudnya berpakaianlah kamu setiap mengerjakan shalat.
  Sempurnannya pakaian dengan tiga hal, yaitu:
a) Pakaian itu berasal dari usaha yang halal
b) Bersih dari najis
c) Sesuai dengan sunah. Berpakaian bukan untuk bermegah-megahan.
  4. Memelihara waktu, karena Allah Ta’ala berfirman: QS. An-Nisa:103,
  ”Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang
  yang beriman.”
  Sempurnanya pemeliharaan waktu dengan tiga hal yaitu:
a) Mata selalu mempehatikan jalannya matahari, bulan dan bintang untuk mengetahui waktu shalat
b) Telinga selalu memperhatikan suara azan
c) Hati selalu mengingat dan memperhatikan tibanya waktu shalat
  5. Menghadap Kiblat karena Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah:150,
  ”Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram, dan di mana saja kamu berada,  
  palingkanlah mukamu ke arahnya.
  Kesempurnaan menghadap Kiblat dengan tiga hal, yaitu:
 a) Menghadap muka ke arah kiblat
 b) Menghadap Allah dengan sepenuh hati
 c) Khusyuk dan merendahkan diri
  6. Niat karena Nabi Saw, bersabda,” Sesungguhnya segala amalan perbuatan itu
  tergantung pada niatnya, dan bagi seseorang apa yang diniatkan.”
  Kesempurnaan niat tiga hal, yaitu:
 a) Mengetahui shalat apa yang dikerjakan
 b) Menyadari bahwa ia sedang berdiri dihadapan Allah
 c) Menyadari bahwa Allah mengetahui segala hal yang ada didalam hati, maka
  bersihkanlah hati dari kesibukan memikirkan masalah dunia
  7. Kesempurnaan Takbiratul ihram dengan tiga hal, yaitu
 a) Takbir dengan benar dan mantap
 b) Mengarahkan hati hati hanya kepada Allah
 c) Tidak menoleh ke kanan dan kekiri
  8. Membaca ayat-ayat Al-Quran, karena Allah berfirman ” Bacalah apa yang mudah 
  (bagimu) dari Al-Quran “(QS. Al-Muzammil:20).Kesempurnaan bacaan Al-
  Quran dengan tiga hal, yaitu:
 a) Membaca surat Al-fatihah dengan bacaan yang benar dan tartil
 b) Membaca dengan merenungi artinya
 c) Mengamalkan apa yang dibaca
  9. Rukuk , karena Allah Ta’ala berfirman ” Dan rukuklah kamu,” (QS. Al-
  Hajj:77). Kesempurnaan rukuk dengan tiga hal, yaitu:
 a) Meluruskan tulang punggung
 b) Meletakan kedua tangan pada lutut dan merenggangkan jari-jari
 c) Thuma’ninah dalam rukuk dalam rukuk seraya membaca tasbih dengan
  mengagungkan Allah.
  10. Kesempurnaan Duduk dengan tiga hal , yaitu:
 a) Duduk di atas kaki kiri dan menegakkan telapak kaki kanan
 b) Membaca tashahud (tahiyat) dengan ta’zhim serta berdoa untuk diri sendiri dan
  segenap kaum mukminin
c) Mengucapkan salam dengan sempurna. Adapun kesempurnaan salam itu
  dengan niat memberi salam dari lubuk hati, Semoga kesejahteraan
  dilimpahkan ke malaikat dan segenap orang yang berada disebelah kanan dan 
  disebelah kiri, serta pandangan tidak melebihi kedua bahu.
  11. Berdiri , karena Allah berfirman dalam Qs, Al-Baqarah:238 ,”Berdirilah karena 
  Allah (dalam salatmu) dengan khuyuk.”
  12. Kesempurnaan Iklash juga dengan tiga hal, yaitu
 a) Shalat itu ditujuan hanya untuk mengharapkan rida Allah
 b) Merasa bahwa mengerjakan shalat itu karena taufik dari Allah
 c) Memelihara shalat agar bisa bersama-sama menghadap Allah nanti pada hari 
  kiamat.